Senin, 21 Desember 2015

KOPI kembali bersinergi

Masih ingat tentang KOPI? itu tuh, Koalisi Online Pesona Indonesia yang dideklarasikan pada tanggal 26 November 2015 yang lalu.

Nah, menutup akhir tahun 2015 ini, KOPI memberikan sebuah materi di hadapan khalayak pada sebuah acara bertajuk Pariwisata Menuju Era Digital yang diadakan oleh El John pada Sabtu 19 Desember 2015.

Nah, pada kegiatan tersebut perwakilan KOPI yang menjadi pembicara yaitu Arul Muchsen dan Aida MA. Mereka berdua telah menjadi ikon bagi KOPI itu sendiri.



Dalam penyampaian materinya, Aida yang juga telah menerbitkan 19 novel memberikan tips dan trik dalam menulis. Aida menyampaikan bahwa Untuk menulis menjadi lebih mudah maka perlu adanya Passion, Repetition, dan Habit. Berkaitan dengan hal menulis tersebut pula Aida melanjutkan bahwa, Dunia tulis menulis perlu adanya 5P + 1H yaitu penggunaan lima pancaindera sehingga dalam pencapaian keindahan tulisan bisa disimak melalui kalimat per kalimat.

Lalu, Arul menambahkan apa yang disampaikan oleh Aida bahwa dalam menulis perlu adanya Ide, dan imajinasi yang kuat sehingga dapat melahirkan sebuah inspirasi.

Arul juga melanjutkan bahwa dalam talenta menulis asyik harus dimulai dengan cara cepat dan tepat sesuai dengan destinasi wisata yang asyik untuk diselami.

Dalam kegiatan yang berlangsung selama 5 jam an tersebut, Johnnie Sugiarto selaku presiden Direktur / CEO El John menyampaikan bahwa distinasi wisata yang ada di Indonesia perlu dituliskan dalam sebuah blog. Peran Blogger dissini dalam menyampaikan isi destinasi wisata Indonesia agar dikenal oleh Internasional.

Daddy John sapaan akrab Johnnie Sugiarto memberikan pemaparan bahwa ke depan akan diadakan sebuah proyek menulis dengan menggandeng KOPI untuk penerbitan buku putri pariwisata El John. Hal ini berkaitan erat dengan tugas dari putri pariwisata El John yang selalu mendampingi menteri pariwisata dalam peninjauan destinasi wisata, sehingga melalui buku tersebut, destinasi wisata di Indonesia bisa dibaca oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia dan juga Internasional.

Memang, sinergi KOPI dalam mengemban sebuah peran untuk kecintaan kepada Indonesia begitu indah, terbukti pada kegiatan bersama El John tersebut, KOPI mendapat sapaan hangat dari hadirin yang mengikuti acara tersebut. Kegiatan ini memberikan bukti bahwa KOPI akan menjadi pelopor dalam kecintaan kepada Indonesia.


Gp KOPI Go...!!!

Selasa, 15 Desember 2015

Jangan Salahkan Cinta Meskipun Bulan Terbelah di Langit Amerika





                Siapa yang sudah menonton film 99 Cahaya di Langit Eropa? Judul di atas merupakan dua buah soundtrack dari film kelanjutan 99 Cahaya di Langit Eropa. Film apa hayooo tebak? Ya, apa lagi kalau bukan Bulan Terbelah d Langit Amerika.


                Dalam film tersebut ada kisah yang unik. Mau tahu atau mau tahu bingits?
1.       Film ini merupakan film termahal yang pernah dibuat oleh sineas Indonesia.
Ada alasan yang kenapa film ini termahal. Pemain dalam film ini tidak tanggung-tanggung yaitu pemain yang berasal dari Malaysia yaitu Fazura sebagai contoh. Selain itu film ini juga menghadirkan pemain figuran dari negeri Paman Sam iu sendiri.
Selain itu, film ini juga mengundang CIA khusus dalam pembuatan film ini. Mengundang CIA itu bayarannya sudah bisa diduga kemahalannya. Dengan mengundang CIA film ini menghadirkan kisah demonstrasi tragedy 11 September 2011 yang lalu. Otomatis bertambah keren kan film yang satu ini.


2.       Film ini menghadirkan pengisi suara dari luar negeri. Siapa sajah sich pengisi Soundtrack film ini? Ada Ridho Rhoma yang berduet dengan Fazura. Kalau Ridho Rhoma seorang penyanyi dangdut yang berasal asli dari Indonesia, sedangkan Fazura berasal dari Malaysia. Ridho dan Fazura menyanyikan Soundtrack yang berjudul Bulan Terbelah di Langit Amerika. Bisa di cek di youtube berikut https://www.youtube.com/watch?v=-7XskwxEmJo
 
Selain Ridho dan Fazura, ada lagi yang berduet nih..  grup band lawas asal negeri Britain Inggris yaitu Arkarna berduet dengan Andini seorang musisi jebolan Indonesia Idol 2014. Berbicara tentang Andini, lagu yang berjudul Jangan Salahkan Cinta ini merupakan single perdana nya di belantara music tanah air. Andini meskipun tereliminasi dari Indonesia Idol 2014, namun semangat musiknya begitu kentara dengan membuat sebuah single terbaru dan perdananya. Dan sebagai keunikannya yaitu Andini langsung berduet dengan Arkarna. Arkarna sendiri merasakan sebuah surprise yang tak terhingga karena bisa bermusik di negeri Indonesia. Bisa di cek di youtube berikut https://www.youtube.com/watch?v=y3IBgQ3CPJg 
Nah, untuk keunikan lainnya tentu saja jalan cerita dari film yang berdurasi 90 menitan ini. Meskipun mengambil kisah tentang islamophobia yaitu sebuah kebencian kepada Islam dari pihak tertentu, namun Hanum sang penulis kisah dalam film ini menginginkan sebuah makna lain dari islamophobia menjadi ekstremisphobia. Mengapa Ekstremisphobia? Karena tentu saja berkaitan erat dengan sebuah kebencian kepada islam tersebut. Kisah dalam film ini memang sarat makna cinta yang begitu utuh. Tak salah jika soundtrack dalam film ini juga berjudul Jangan Salah kan Cinta. Dan masih ada lagi tentang makna tersirat tentang Bulan Terbelah di Langit Amerika yaitu adanya sebuah nilai perdamaian yang cantik dihadirkan dalam film ini.
Sudah segitu saja ya ulasannya.. lebih lanjut tentang film ini yuk kita ke bioskop untuk menonton film sarat makna ini.. mulai tayangnya tiga hari lagi loh.. catet dan jangan sampai tidak menonton ya.. Ingat, film ini akan tayang mulai 17 Desember 2015 di bioskop kesayangan anda.. jayalah film Indonesia..




Sumber Foto dan Video : Youtube, dan Maxima Pictures 

Selasa, 08 Desember 2015

Bulan Terbelah Di Langit Amerika ; Kisah Tragedi Ekstremisme



Masih ingatkah dengan tanggal 11 November 2011 (911)? Sebuah kisah yang memojokkan islam sebagai pengacau dunia dan menjadi ekstremisphobia?
Kisah tersebut ternyata akan hadir dalam sebuah film yang dibintangi oleh Acha Septiasa. Film yang berkisah tentang kondisi tersebut diadaptasi dari sebuah novel yang berjudul sama yaitu Bulan Terbelah Di Langit Amerika. Kisah dalam film yang disutradarai oleh Rizal Mantovani ini adalah sebuah kelanjutan dari film terdahulunya yaitu 99 Cahaya Di Langit Eropa.
Kisah dalam film ini sebenarnya menceritakan tentang perjuangan seorang jurnalis yang harus menulis sebuah berita kontroversial berjudul “Apakah Dunia Lebih Baik Tanpa Islam?”. Dalam kisah tersebut Hanum - jurnalis yang dibintangi Acha tersebut harus mencari tokoh sentral yang menjadi korban 911. Di saat yang sama Rangga yang diperankan Rangga Arbiyasatya juga harus mewawancarai seorang miliurder Amerika bernama Philips Brown sebagai tugas S3 nya.
Namun, perjalanan Hanum-Rangga dihadapkan pula dengan tragedi demontrasi yang membuat kericuhan di Amerika. Akankah Hanum dan Rangga bisa bersatu kembali? So, jangan lewatkan kehadiran dari film ini pada 17 Desember 2015 di bioskop kesayangan ya.. See you guys.. Demi Film Indonesia!! :)
 ====

Judul               :    Bulan Terbelah di Langit Amerika
Sutradara        :    Rizal Mantovani
Script Writer   :    Hanum Rais, Rangga Almahendra
Produksi          :    Maxima Pictures
Pemain            :    Acha Septriyasa, Abimana Aryasatya, Riyanti Cartwright, Nino Fernandez, Hannah Al Rashid

 
diambil di sini

Kamis, 26 November 2015

KOPI rangkul putri pariwisata ; bersinergi kembangkan pariwisata Indonesia kepada khalayak

Jakarta (26/11) --- Tiga orang perwakilan Putri Pariwisata 2014 hadir saat deklarasi Koalisi Online Pesona Indonesia (KOPI) di hotel Oria Menteng Jakarta. Dari ketiga putri tersebut antara lain Wandha Dwi Utari, Vivien Anjadi Suwito, dan Febrianingsih Archim Tumonglo.

Kedatangan mereka diiringi dengan pak Johnnie Sugiarto selaku pendiri El John Pageants untuk membangun pariwisata di Indonesia.

pak Johnnie, sapaan akrab Johnnie Sugiarto juga menjelaskan bahwa kegiatan putri pariwisata ini awalnya tidak mendapat dukungan dari Kemenpar. Namun seiring berjalannya kegiatan ini akhirnya berhasil menggandeng Kemenpar.

pak Johnnie melanjutkan, kegiatan ini yang menarik saat pemilihan putri pariwisata 2015 yang akan berlangsung pada 17 November 2015 sudah mendapat dukungan minimal 30 dukungan. "salah satunya kita mendapat dukungan dari google untuk kegiatan besok," ucap Johnnie.

Kegiatan pemilihan putri pariwisata ini semata-mata untuk mendukung kegiatan pariwisata di Indonesia. Namun, permasalahan terkait pariwisata tidak semudah membalikkan telapak tangan yaitu ada beberapa masalah yang terjadi. "Permasalahannya yaitu ada pada Sumber Daya Manusia (SDM), serta Pengelolaan Sumber Daya Alam." lanjut Johnnie.

Menyambut perkataan dari pak Johnnie, ketiga putri pariwisata juga turut berbicara terkait pariwisata yang ada di Indonesia.

Wandha Dwi Utari yang terpilih sebagai miss Marine Tourisme Indonesia tahun 2014 menjelaskan bahwa kegiatan snorkeling dan diving yang ada di Indonesia itu terdapat keunikan alam laut Indonesia.

selain Wandha, ada Vivien Anjadi Suwito sebagai miss Tourisme Ambassaddress Indonesia tahun 2015 yang juga mengenalkan pariwisata di Indonesia. "social media itu sebagai personal branding" ucapnya.

Wandha mengenalkan Indonesia sebagai pengenal kuliner di Indonesia kepada dunia. "Jika orang lain menahan makan, saya justru makan beraneka apapun yang bisa dimakan, " pungkas Wandha

Dan terakhir ada Febrianingsih Archim Tumonglo sebagai miss Medical Tourisme Indonesia tahun 2014.

Febria menjelaskan tentang tugasnya sebagai putri pariwisata diantaranya yaitu saat perjalanan untuk menonton sebuah pagelaran seni di Sweden dirinya justru diajak oleh event organizer nya untuk menjelaskan Indonesia. "ketika saya menjelaskan tentang Indonesia, para penonton seni justru mengucap takjub akan indahnya Indonesia, disitulah kabanggaan yang harus ditunjukkan kepada orang lain."

Dari pemaparan putri Indonesia tersebut, KOPI juga menginginkan adanya sinergi dari peran mereka dalam bentuk tulisan. salah satu yang ingin dirangkul yaitu kegiatan mereka justru akan menambah nilai lebih akan sebuah pariwisata di Indonesia menjadi dikenal oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.




Deklarasi KOPI untuk gerakan mendukung pesona indonesia

Jakarta (26/11) --- blogger dan jurnalis online bertemu dan membuat sebuah deklarasi koalisi online pesona indonesia. bertempat di hotel Oria pada 26 November 2015 tersebut juga dihadiri oleh pak Iqbal, staff Kemenpar, serta pak Asnawi, ketua Asociation of the Indonesia Tour and travel Agencies (ASITA).


Pada kesempatan tersebut, pak Asnawi mengatakan bahwa Pariwisata adalah sebuah industri. "Untuk pariwisata ini yang perlu dikedepankan yaitu mencari apa yang orang cari," ungkap Asnawi kepada blogger dan jurnalis online.

Asnawi menambahkan bahwa pasar wisata Indonesia masih taraf ASEAN. "oleh sebab itu perlu adanya penambahan pasar wisata himgga ke luar ASEAN."

Dalam agenda deklarasi tersebut, pak Iqbal juga memberikan sebuah motivasi kepada blogger dan jurnalis untuk mengembangkan pariwisata Indonesia yang indah. "Agenda travelling wisata juga perlu unicness yang dicari wisatawan."



Senin, 16 November 2015

Menambal Lubang Pendidikan di Indonesia






            Melihat kualitas pendidikan di Indonesia, banyak yang berpendapat masih kurang dan jauh dari harapan. Padahal, jika kita lihat berita terbaru yang terjadi di Indonesia yaitu tidak sedikit anak didik di Indonesia yang menjada jawara pada lomba olimpiade, baik yang berbau pendidikan di sekolahnya seperti olimpiade matematika, fisika, kimia, biologi, geografi, kebumian, akuntansi dan masih banyak lagi kejuaraan olimpiade yang berhasil direbut hasil membanggakan dari anak-anak Indonesia. Berita terbaru yaitu hasil membanggakan untuk anak-anak Indonesia yaitu meraih satu emas dan dua perunggu pada kejuaraan olimpiade geografi internasional (sumber: detik.com pada tanggal 24 Agustus 2015) serta ada lagi kejuaraan yang bergengsi lainnya yaitu penghargaan bergengsi tingkat Internasional untuk anak-anak Indonesia yang berhasil memenangkan lomba Asia Memory Championship dan Third Hongkong Open Memory Championship. Penghargaan yang telah diperoleh di Indonesia sebenarnya membuktikan bahwa Indonesia bukanlah bangsa yang terbelakang dan memiliki kelemahan dalam pendidikan dan pengajaran yang terjadi di negeri Indonesia.
            Lalu, mengapa sering kita dengar bahwa adanya keburukan Pendidikan yang terjadi di Indonesia? Ya, data terakhir yang ada yaitu Indonesia meraih peringkat 121 dari 185 negara berdasar Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada tahun 2013. Jauh tertinggal disbanding dua Negara ASEAN lainnya yaitu Malaysia yang berada pada posisi 64 dan Singapura pada posisi 18. Banyak masalah yang menjadi kendala mengapa Indonesia ini belum memiliki system pendidikan yang mumpuni, meskipun sebagian kecil peserta didik di Indonesia bisa menjadi jawara di tingkat Internasional. Hal inilalh yang menjadi perenungan kepada kita semua untuk bisa menanganinya secara bersama-sama, bukan saja pemerintah namun segala lini harus berperan serta.
            Beberapa masalah pendidikan di Indonesia yang perlu mendapat tanggapan untuk sedikit menutup lubang keburukan pendidikan di Indonesia. Ada dua penanganan yang bisa dijadikan patokan dalam menanganinya, yaitu solusi sistemik dan solusi teknis.
Solusi Sistemik ini berkaitan erat dengan adanya system pemerintahan hari ini, yaitu berkaitan erat dengan adanya perpolitikan. Sudah seharusnya pendidikan ini tidak dicampur dengan adanya urusan politik dalam Negara Indonesia ini. Bisa kita lihat system pendidikan ini sudah seharusnya diberikan gaya berfikir tersendiri tanpa harus adanya campur baur perpolitikan yang ada. Sehingga dalam menangani system pendidikan semakin rumit dan kacau juga akhirnya. Jika dilihat dari adanya system pendidikan di Negara Indonesia, dana yang dikeluarkan oleh pemerintah harusnya bisa meniru seperti Finlandia yang lebih banyak mengeluarkan dana untuk pendidikannya.
Mengapa Finlandia bisa menjadi terdepan dalam system pendidikan di dunia? Hal ini tentu saja, dari negaranya sendiri lebih memprioritaskan dana untuk pendidikannya. Hal ini menjadi tanggung jawab pemerintah untuk merubah mental dan sikap para pejabat yang terkait untuk lebih bisa meningkatkan dana untuk system pendidikan. Jauh berbeda memang antara Indonesia dengan Finlandia, jika melihat Finlandia dana pendidikannya lebih diutamakan, sedangkan di Indonesia untuk dana pendidikan semakin kecil saja.
Solusi teknis yaitu berkaitan erat dengan adanya peningkatan kinerja guru untuk menjadi lebih baik lagi, peningkatan mutu siswa agar lebih baik, serta dukungan orang tua dalam pemberian spirit kepada siswa dalam melakukan pendidikan.
Kinerja guru perlu dibahas lebih terperinci lagi, dengan adanya pengawasan yang lebih terukur lagi. (maaf) jika dilihat kepada beberapa guru banyak yang melakukan kinerja kurang baik, diantaranya yaitu datang ke kelas terlambat, saat di kelas hanya memberi tugas kepada siswa, hingga mutu gaya mengajar yang asal dan tidak terukur oleh sang guru.
Guru yang menjadi panutan di sekolah oleh peserta didik (siswa) sudah seharusnya memahami apa yang ingin disampaikan dalam kelas. Guru sudah seharusnya memahami tentang pelajaran yang diampu, dan sebab akibat dari adanya pelajaran yang diampu, hingga kepada tujuan dari pelajaran yang diampunya tersebut. Guru haruslah memahami hal itu sehingga tidak mengakibatkan ‘asal mengajar’ saat di kelas.
Perihal lain tentang guru, ada beberapa guru yang memiliki masalah dalam kehidupan pribadinya, sudah seharusnya tidak boleh terlihat/Nampak kepada siswa bahwa guru yang bersangkutan tersbut memiliki masalah. Guru harus tetap bersemangat dalam mengajar di kelas. Apapun yang terjadi, apakah memiliki masalah dalam kehidupan pribadi, apakah kondisi fisik guru sedang tidak baik, maka saat berada di hadapan siswa di kelas harus tetap ceria dan bersemangat. Jika siswa melihat kepribadian guru yang penuh semangat dan ceria ini, maka siswa pun akan bersemangat dalam menerima pelajaran yang diberikan oleh guru.
Hal ini sangatlah penting untuk dicermati bersama akan gaya pemikiran seorang guru, bahwa guru adalah menjadi teladan dan panutan bagi siswa. Guru merupakan ladang amal tertinggi untuk merubah sikap dan akademis sang siswa. Sikap guru perlu diubah untuk bisa datang tepat waktu, mengajar dengan penuh semangat serta selalu berintrospeksi untuk dapat lebih baik lagi setiap harinya. Para guru juga merupakan profesi yang bijak yang seharusnya disadari oleh rekan-rekan guru sekalian.
Bagi orang tua, peran dalam menentukan arah pemikiran untuk pendidikan Indonesia lebih baik lagi yaitu tetap memberikan spirit yang tinggi kepada sang buah hatinya untuk terus bersemangat dalam menuntut ilmu. Banyak di perkotaan maupun pedesaan, orang tua yang dengan sengaja mengajak anaknya berhenti dari menuntut ilmu di sekolah dan membantu perekonomiannya. Hal ini tidak bisa dipungkiri karena masalah perekonomian yang terjadi di negeri Indonesia. Namun, kondisi perekonomian yang terjadi bagi orang tua, seharusnya orang tua tetap memberikan hak belajar bagi sang buah hatinya untuk tetap belajar. Spirit orang tua ini merupakan doa dan juga sebuah asa yang tinggi bagi sang anak. Dengan spirit anak ini tentu membuat anak semakin bersemangat dalam menuntut ilmu di sekolah.
Terakhir dalam hal peningkatan mutu siswa bisa di lihat dari adanya kebutuhan sekolah akan fasilitas yang ada. Pemerintah melalui dana APBN dan APBD lebih menitikberatkan kepada dana untuk pendidikan. Dana pendidikan tersebut digunakan dalam hal pemenuhan kebutuhan sekolah akan fasilitas yang dirasa kurang. Dengan adanya fasilitas yang mumpuni di setiap sekolah, siswa bisa berkembang dalam hal pemikiran terkait pelajaran yang diajarkan. Hal ini bisa meningkatkan gaya befikir siswa dalam hal pembelajaran.
Bukankah pembelajaran itu megharapkan perubahan sikap dan perilaku baik tingkah laku maupun akademis siswa?
Semoga pihak terkait baik pemerintah, guru, siswa, serta orang tua bisa merubah pola pikir secara bersama-sama untuk menentukan arah pendidikan yang sebenarnya diperlukan bagi pendidikan di Indonesia tercinta ini. Mari bersama menutup lubang keburukan pendidikan di Indonesia dengan merubah paradigma yang ada sehingga pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik.

Bekasi, 25 Agustus 2015




Kamis, 05 November 2015

Sebuah Harapan Kepada Presiden Jokowi


Jokowi dilantik sebagai presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2014. Sudah sepuluh bulan Jokowi menjadi Presiden di Negara RI, beberapa perubahan terjadi di negeri Indonesia ini. Banyak halangan dan rintangan yang tentunya dihadapi oleh presiden RI ketujuh pak Jokowi. Begitupun permasalahan bangsa ini yang semakin hari semakin unik dan memprihatinkan. 
 
gambar diambil di sini
Beberapa harapan ingin penulis sampaikan kepada pak Jokowi sebagai presiden Republik Indonesia.
Ø  Harapan pertama, terkait masalah perekonomian yang terjadi di ngeri ini, yaitu merubah sistem perekonomian di Indonesia agar lebih baik dari masa sebelumnya.
Masih terngiang dalam ingatan, saat pelantikan Jokowi jadi presiden, nilai penguatan rupiah naik tipis, dollar diperdagangkan di posisi Rp. 12045,-. Sudah menjadi kebanggaan dan berharap Rupiah terus menguat. Namun, melihat kondisi perekonomian akhir-akhir ini, dimana nilai Rupiah kian melemah dan pada akhir Agustus 2015 nilai tukar rupiah terhadap dollar sudah di angka 14.000-an.
Kondisi lainnya yang makin terlihat hingga akhir Agustus 2015 ini yaitu adanya subsidi BBM yang dikurangi bahkan dihilangkan. Dampak dari penghilangan subsidi BBM dan menurunnya nilai tukar rupiah maka akan  berdampak kepada harga barang yang juga kian melambung tinggi, serta semakin minimnya pengusaha luar negeri yang akan melaksanakan bisnis di Indonesia. Dari dampak tersebut bisa juga mengakibatkan kepada angka pengangguran yang semakin tinggi.
Oleh sebab itu penulis berharap kepada pak Jokowi untuk kembali menguatkan nilai tukar rupiah terhadap dollar, kembali memberlakukan subsidi BBM, mengurangi angka pengangguran, serta menurunkan harga barang yang ada.
Ø  Harapan kedua, terkait masalah ideologi yang ada di negeri Indonesia, yaitu kembali menguatkan azas Pancasila sila pertama Ketuhanan Yang maha Esa.
Harapan penulis kepada presiden Jokowi didasari dari adanya kondisi ideologi-ideologi yang ada yang mulai memecah belah azas tunggal Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Ideologi yang ada tersebut yaitu adanya aliran-aliran tertentu seperti ahmadiyah, syiah, bahkan ada sebuah gerakan lahirnya Partai Komunis Indonesia (PKI) yang jelas-jelas merusak tatanan ideologi negeri Indonesia. Semoga pemerintahan yang berada di bawah presiden Jokowi bisa kembali menguatkan azas tunggal Pancasila sila Pertama khususnya yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa.
Ø  Harapan ketiga yaitu mewujudkan perpolitikan yang lebih baik. Hal ini terkait kondisi perpolitikan di Indonesia, yaitu terjadinya pertentangan antara satu partai politik (parpol) dengan partai politik lainnya, bahkan terjadi pertentangan antara satu anggota dengan anggota lainnya yang berada satu parpol. Pertentangan menjadi semakin tidak sehat. Pertentangan itu seharusnya bisa diredam dengan sebuah maksud dari adanya pendirian sebuah parpol itu sendiri. Pendirian parpol seharusnya memiliki 4 fungsi dan tujuan yaitu agegrasi ideologi, adanya kebermanfaatan untuk masyarakat, fungsi advokasi, dan adanya lahir generasi pemimpin-pemimpin bangsa. Oleh sebab itu penulis berharap agar pak presiden Jokowi bisa meredam polemik yang terjadi antara satu partai dengan parpol lainnya maupun antara anggota satu partai tertentu. Bukankah pendirian parpol itu bermaksud untuk mewujudkan kejayaan bagi bangsa Indonesia.
Ø  Harapan keempat yaitu harapan adanya kehidupan sosial yang lebih baik bagi negeri Indonesia. Harapan penulis kepada presiden Jokowi yaitu melihat kondisi social masyarakat Indonesia yang terlihat keparahan dalam kesenjangan. Adanya si kaya yang semakin melangit, dan juga adanya si miskin yang begitu melorot. Perbedaan ini seharusnya presiden bisa memberikan sebuah stimulus berupa kesempatan baik kepada si kaya maupun kepada si miskin untuk bersama membangun keberdayaan kehidupan. Kehidupan masyarakat Indonesia yang berdasar Pancasila sudah seharusnya menghilangkan kesenjangan-kesenjangan sosial yang ada.
Ø  Harapan keempat yaitu memperbaiki dan menyebarluaskan kebudayaan yang ada di Indonesia kepada negara lain. Harapan ini penulis ingat sebuah perkataan David Home, “Adat istiadat adalah pedoman hebat bagi manusia.” Dalam hal ini di negeri Indonesia terlihat sekali bahwa kehidupan hari ini tentang kebudayaan di Indonesia sudah semakin terkikis. Budaya asli Indonesia mulai terkikis dan mulai adanya gerakan-gerakan untuk menghapus kebudayaan Indonesia yang beragam ini. Keindahan kebudayaan Indonesia yang beraneka sudah seharusnya diberdayakan dan dikembangkan oleh masyarakat Indonesia. Yang terjadi saat ini adalah budaya Indonesia semakin terkikis dan masyarakat Indonesia tidak mengenal bahkan melupakan kebudayaan asli Indonesia. Ironis. Clitford Geetz pernah mengatakan “Tanpa manusia, budaya tidak ada, namun lebih penting dari itu yaitu tanpa budaya manusia tidak akan ada.” Oleh sebab itu, penulis berharap presiden Jokowi bisa mengembalikan kebudayaan Indonesia menjadi terkenal di dunia dan juga di negeri Indonesia sendiri.
Ø  Masih berkaitan erat dengan kebudayaan yaitu kehidupan pendidikan di Indonesia sudah semakin terpinggirkan. Indonesia memiliki peringkat di dunia yang jauh tertinggal dibanding negara-negara yang berada di wilayah ASEAN. Harapan penulis terhadap permasalahan pendidikan Indonesia sudah seharusnya menjadi pemikiran bagi pemerintah agar masyarakat Indonesia memiliki tingkat intelektual pendidikan yang tinggi. Sehingga nilai jual masyarakat Indonesia di mata negara lain di dunia tidak bisa dipandang rendah dan sebelah mata.
Ø  Dan terakhir harapan penulis kepada presiden Jokowi yaitu untuk memperbaiki sistem pertahanan dan keamanan. Pertahanan dan Keamanan di Indonesia yang mulai mengalami degradasi. Terjadinya beberapa wilayah di Indonesia yang memisahkan diri kepada Indonesia. Permasalahan pertahanan dan keamanan di Indonesia harus lebih diperhatikan lebih intens lagi, mengapa? Kalau tidak diperhatikan lebih intens maka Indonesia yang memiliki ribuan pulau ini bisa hilang dan semakin terkikis dan Indonesia menjadi kenangan saja. Sejenak, mari mengingat sebuah pesan dari pahlawan Indonesia yaitu Bung Tomo, “Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih menjadi merah putih selama itu kita tidak akan mau menyerah kepada siapapun.
Demikianlah sebuah harapan yang coba penulis tuangkan dalam bentuk tulisan kepada presiden Jokowi. Semoga Indonesia bisa menjadi bangsa dan Negara yang lebih mau disbanding saat sekarang ini. Semoga.


Bekasi, 28 Agustus 2015



=======

Tulisan ini pernah diikutkan pada lomba writing-contest.bisnis.com