Sabtu, 20 April 2013

BAW, GRUP YANG (TIDAK) BIASA







                BAW yang merupakan sebuah grup kepenulisan di facebook yang anggotanya telah lebih dari 100 orang. Sebuah perjalanan yang tidak mudah dan perlu dijadikan acuan bagi grup kepenulisan yang lainnya. Salut kuhaturkan kepada semua rekan-rekan sesama anggota di BAW yang telah menjadikan BAW ini menjadi yang luar biasa hingga kini. Dan sebuah kabar yang menakjubkan pula bahwa BAW ini akan mendirikan sebuah penerbitan sendiri. Sebuah usaha yang sungguh spektakuler.
                Pertama kali kudengar kata BAW yaitu di tahun 2011, tepatnya bulan November. Pada bulan ini aku mengenal seseorang yang namanya sudah tidak asing lagi dalam kepenulisan yaitu Leyla Hana. Dari beliaulah aku dimasukkan ke dalam grup BAW. Aku tidak menyangka orang sepertiku bisa dimasukkan dalam grup hebat yang didalamnya terdiri dari orang-orang ternama kukenal saat itu seperti Eni Martini, Ade Anita, Arul Chandrana. Meskipun demikian aku ingin mengambil beberapa pelajaran dan ilmu yang diberikan dari adanya grup ini.
                Tak sengaja saat itu aku meminta sebuah saran dari mbak Leyla Hana untuk memberikan komentar dari sebuah cerpen yang kubuat. Namun bukannya diberikan sebuah masukan malah aku dimasukkan kedalam grup BAW. Disinilah awal mula kuikuti grup ini. Lama kelamaan aku merasakan suatu hal yang tidak biasa dari BAW dibanding dengan grup kepenulisan yang lainnya. Di BAW aku justru tertantang untuk mengikuti alur irama yang telah dibuat yaitu mulai dari agenda harian yang ada. Meskipun aku jarang sekali membuat sebuah tulisan namun disini aku membaca dan hanya membaca tulisan yang ada pada agenda rutin perhari di BAW tersebut. Lama kelamaan aku pun memulai untuk mencoba menulis. Dari sinilah aku mempunyai sebuah tekada dalama diriku minimal sebuah tulisan perminggu yang kuhasilkan. Sebuah cita-cita yang sungguh jauh mengejutkan untuk menjadi seorang penulis sekaliber Eni Marttini, ataupun Leyla Hana. Namun, kuasakan diriku untuk bisa menghasilkan tulisan.
                Pada akhir 2011 di bulan Desember sebuah ajang cerpen komedi dilaksanakan di Diva Press. Aku mencoba untuk mengikutinya. Dengan berbekal sebuah ilmu yang hanya beberapa bulaln di BAW aku ikuti saran-saran yang ada dalam membuat cerpen. Walhasil, pada bulan Februari pun diumumkan pemenang event cerpen komedi tersebut. Kebanggaan tersendiri yang kudapatkan bisa memenangkan menjadi 15 terbaik dari cerpen-cerpen yang masuk pada even tersebut.
                Dari memenangkan even tersebut akhirnya aku mulai untuk menshare beberapa cerpen yang kupunya. Kritikan demi kritikan pun mulai berdatangan dari anggota di BAW ini yang sudah mumpuni dalam kepenulisan. Akhirnya aku semakin tertantang untuk menjadi lebih baik lagi.  Sebuah kemenangan yang kuraih dari beberapa even kepenulisan pun dihasilkan dari sebuah tulisan dari para pakar di BAW ini. Memang sebuah grup kepenulisan yang tidak biasa bagiku dan membuatku tersadar untuk menjadi lebih baik lagi dalam hal kepenulisan.
                Ohya, satu lagi yang sangat berkesan bahwa BAW itu bukanlah grup yang biasa yaitu selalu ada banyolan dari setiap sesi thread yang ada disana. Awalnya sih serius namun pada akhir di ujung-ujung komentar yang ada berimbas kepada banyolan dan humor sehingga seseorang yang karya ataupun thread yang ada menjadi cair layaknya es dan tidak menjadi sebuah beban lagi. Begitupun yang kualami saat di BAW. Thanks to BAW. 





1 komentar:

Leyla Hana Menulis mengatakan...

makasih Pak Saeful :-)