Jumat, 13 Maret 2009

REFLEKSI AKHLAK




Beberapa hari yang lalu, 12 Rabiul Awal 1430 Hijriah bertepatan dengan tanggal 9 Maret 2009, umat muslim baru saja mengenang sebuah sejarah tentang seseorang yang membawa islam ke muka bumi ini, yaitu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
Rasullullah Muhammad adalah seseorang yang sangat dikagumi bukan saja oleh umat muslim namun seluruh dunia juga mengagumi akhlak dan kepribadian yang telah terpatri dalam kehidupan dirinya. Bahkan Rasul sendiri bersabda “Sesungguhnya Aku ditus ke dunia untuk menyempurnakan akhlak.”
Beda Akhlak dan Moral
Menurut Imam Ghazali dalam karyanya yang fenomenal, Ihya ‘Ulumuddin, akhlak adalah sesuatu yang menggambarkan tentang perilaku seseorang yang terdapat dalam jiwa yang baik, yang darinya keluar perbuatan secara mudah dan otomatis tanpa terpikir sebelumnya. Dan jika sumber perilaku itu didasari oleh perbuatan yang baik dan muliayang dapat dibenarkan oleh akal dan syariat maka ia dinamakan akhlak yang mulia, nammun jika sebaliknya maka ia dinamakan akhlak yang tercela. Akhlak lebih mengarah kepada sesuatu kebaikan yang dikehendaki oleh sang pencipta. Sedangkan Moral lebih diarahkan kepada kehidupan sosial kemasyarakatan.
Akhlak secara teoritis memang sangat baik namun pada pelaksanaan dalam kehidupan sangatlah sulit. Oleh sebab itulah Allah SWT menurunkan Nabi Muhammad SAW untuk menyempurnakan akhlak manusia. Dalam mengemban amanah tersebut Nabi melaksanakan dengan mencontohkan kepada dirinya terlebih dahulu, baru disampaikan kepada umat manusia. Karena perbuatuannya tersebut Allah SWT akhirnya memuji nabi SAW sebagaimana yang tertera dalam Al-Qur’an surat Al-Qalam ayat 4 yaitu “Sesungguhnya engkau (muhammad) berada pada akhlak akhlak yang agung. ” Selain itu nabi sendiri menempatkan seorang muslim yang baik akhlaknya berada pada tingkatan yang tertinggi. Sebagaimana terungkap dalam dalam sebuah sabdanya yang diriwayatkan oleh Muslim yaitu : “Sesempurna-sempurna iman seseorang mukmin adalah mereka yang paling bagus akhlaknya.”
Pengungkapan dari orang-orang sekeliling Nabi pun mengungkapkan akan ketinggian akhlak Nabi tersebut. Aisyah Radhiallahu ‘Anh , salah satu istri Nabi mengungkapkan bahwa : “Akhlak Rasulullah SAW adalah Qur’an.” (HR. Bukhari)
Akhlak Nabi SAW tersebut adalah akhlak yang sangat mulia yang sangat sulit untuk ditiru. Namun dmeikian selaku umat Rasulullah SAW, umat manusia harus meraih dan mengamalkan akhlak tersebut yang sangat mulia. Beberapa cakupan akhlak mulia tersebut antara lain :
Akhlak kepada Allah SWT
Akhlak kepada sang pencipta ini dapat dilakukan dengan mencintai-Nya, mensyukuri nikmat-Nya, takut akan adzab-Nya, , malu kepada-Nya untuk berbuat maksiat, selalu bertaubat, bertawakkal, dan senantiasa berharap untuk mendapatkan rahmat-Nya.
Akhlak kepada Rasulullah SAW
Akhlak kepada Rasul dapat dilakukan dengan cara mentaati dan mencintai beliau, bershalawat untuknya, banyak menyebut nama beliau, mentaati dan menghidupkan ajaran beliau yang terkandung dalam sunnah-sunnah beliau dan lebih mencintai beliau daripada diri kita sendiri, maupun keluarga kita dll.
Akhlak terhadap Al Qur`an
Akhlak kepada Qur’an yaitu dengan cara membacanya dengan khusyuk, tartil dan sesempurna mungkin sambil memahaminya, menghapalnya dan mengamalkannya dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun dalam masyarakat.
Akhlak kepada makhluk Allah SWT
Akhlak ini haruslah dimulai dari diri sendiri, orangtua, keluarga, kerabat, handaitaulan, tetangga dan sesama mukmin sesuai dengan tuntunan Islam, Sedangkan akhlak kepada orang kafir yaitu mengajak mereka kepada islam, membenci sifat kekafiran mereka, dan berbuat baik kepada mereka secara manusiawi selagi tidak bertentangan dengan syariat Islam

Akhlak mulia ini perlu-lah dilestarikan untuk menjaga kestabilan dan keharmonisan hidup di dunia ini. Kebobrokan akhlak yang terjadi pada akhir-akhir ini seperti kasus narkoba, pembunuhan, perkelahian, free sex, homosex, aborsi, KDRT dan lain sebagainya.
Pencegahan terhadap kebobrokan akhlak ini perlu diawali dengan menghidupkan dan memakmurkan masjid, dan menjaga keharmonisan hidup dalam rumah tangga. Dengan dua hal ini insya Allah kita akan mendapatkan sebuah kemuliaan akhlak dan keharmonisan hidup yang diidam-idamkan oleh manusia...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar