Rabu, 04 September 2013

JAKARTA AS DIPLOMATIC CITY OF ASEAN : DAMPAK POSITIF MAUPUN NEGATIF




gambar diambil di sini


                Terpilihnya Jakarta sebagai ibukota (diplomatic city) dari ASEAN membuat Jakarta (Indonesia) sebagai Negara dengan pengaruh yang luar biasa bagi Negara-negara lainnya di ASEAN. Hal ini telah ditetapkan pada KTT ke-22 yang dilaksanakan di Brunei pada 24-25 April 2013 yang lalu. Sebagai antisipasi kita juga harus memahami dengan keberadaan Indonesia sebagai Negara yang diyakini bisa menjembatani Negara-negara lainnya di ASEAN.
                Memang, jika berbicara dengan struktur dan kondisi pemerintahan pada Negara-negara di ASEAN, mungkin yang lebih cocok menjadi ibukota ASEAN 2015 adalah Singapura dengan kondisi wilayah dan pemerintahan yang lebih baik dengan Indonesia. Namun, ditunjuknya Jakarta menjadi diplomatis of ASEAN ini dikarenakan dari adanya hubungan luar negeri Indonesia dengan Negara-negara lainnya terutama di ASEAN adalah baik. Indonesia jarang sekali terdengar mempunyai masalah dengan Negara-negara lainnya. Hanya saja Indonesia yang lebih sering diserang oleh Negara lainnya sehingga menjadi perbincangan pada dunia.
                Berbicara Indonesia sebagai diplomatic city of ASEAN memang sudah selayaknya melihat ke dalam terlebih dahulu. Apakah siap atau tidak? Akankah ada dampak bagi Indonesia? Jawaban untuk siap atau tidak siap yaitu harus SIAP. Tak ada kata mundur. Jika Negara lain telah mempercayakan kepada Indonesia untuk menjadi diplomatic city of ASEAN, maka sudah selayaknya kita berfikiran maju ke depan. Menggali dan mengembangkan potensi yang ada di negeri Indonesia ini.
                Lalu, akankah ada dampak bagi Indonesia? Ini juga tentu ada. Setiap perbuatan dan aktivitas selalu ada dampak positif maupun negatif. 
                Dampak positif bagi Indonesia yaitu bisa mengembangkan dunia kepariwisataan, memperjualbelikan barang dagangan komoditas hasil negeri Indonesia, mengenalkan dan menjual kekayaan alam yang ada di Indonesia kepada orang lain, menjalin hubungn yang seimbang dengan Negara lain. Serta yang lebih utama dari itu semua yaitu bisa mendapatkakn income berupa devisa untuk Indonesia. Dari adanya income di sini bisa digunakan untuk pembangunan wilayah baik fisik maupun non fisik. Perlu adanya pembangunan yang merata bukan hanya sekedar terpusat di kota/kabupaten saja. Tetapi harus menyeluruh hingga ke desa. Jika ini terlaksana maka ini merupakan dampak yang positif. Namun, jika pemerataan pembangunan tidak terlaksana di desa maka ini akan menjadi sebuah dampak negative. Oleh sebab itu pembangunan fisik dan non fisik ini bisa diistilahkan sebagai peluang dari terpilihnya Indonesia sebagai diplomatic  city.
                Masih ada juga hal-hal lain yang akan menjadi dampak negative bagi terpilihnya Indonesia sebagai diplomatic city of ASEAN. Yaitu dengan adanya kebudayaan yang akan masuk ke Indonesia memungkinkan adanya akulturasi budaya. Penyaringan budaya pun harus lebih ketat karena jika terlena maka kebudayaan asli Indonesia akan hilang. Bangsa ini bisa menjadi bangsa yang individualis, pragmatis, hedonism, konsumerisme, permisif, kelompok, dictator mayoritas atau tirani minoritas.
                Apalagi ya..?
                Dampak lainnya sepertinya masih ada. Antara lain dampak positifnya yaitu adanya system komunikasi yang cepat sampai ke Indonesia. Baik peluang kerja dan usaha maupun investasi bisnis yang bisa dimanfaatkan oleh Indonesia. Peluang ini haarus segera mungkin ditangkap jangan sampai diambil oleh orang lain lebih dahulu. Oleh sebab itu Indonesia perlu menjadi bangsa yang sigap melihat peluang ini untuk meningkatkan kesejahteraan bagi Indonesia.
                Nah, dari beberapa dampak yang dimungkinkan terjadi itu sudah selayaknya menjadikan negative menjadi positif. Jika negative maka ini perlu dianggap sebagai peluang dan tantangan yang harus segera diantisipasi dan dijadikan menjadi lebih positif. Jika Negara lain telah memercayakan Indonesia menjadi diplomatic city of ASEAN ini berarti Indonesia sudah bisa dianggap sebagai Negara yang menjadi contoh bagi yang lainnya. Oleh sebab itu dampak negative yang akan muncul nantinya harus segera diminimalisir adanya bahkan tidak ada jika perlu. Mari kita bersama membangun negeri Indonesia menjadi lebih baik lagi…

Tidak ada komentar: