Kamis, 29 Agustus 2013

MENUJU KEA 2015 : tagline yang pas untuk pariwisata INDONESIA

Gambar diambil di sini

            Seiring dengan keindahan yang ditawarkan oleh banyaknya lokasi wisata yang ada di dunia termasuk beberapa daerah di Indonesia memicu terlahirnya sebuah brand nation [2].  Brand nation ini bukan saja untuk menarik wisatawan mancanegara ke Indonesia, tetapi juga untuk membuktikan kepada negara lain ASEAN dan internasional bahwa Indonesia memiliki keindahan seperti brand nation yang diciptakan.
            Berbicara dengan brand nation, Indonesia bisa dikatakan sudah jauh tertinggal dibandingkan dengan Malaysia dengan tagline-nya ‘Truly Asia[3]. Padahal jika ditinjau lebih jajuh ke belakang Indonesia memiliki kekayaan budaya, tradisi masyarakat, kuliner, flora maupun fauna serta lokasi wisata yang menakjubkan dari segi keindahan alamnya dengan gunung, bukit ngarai, maupun pantainya.
            Tagline yang ada di Indonesia yang digelontorkan pada akhir tahun 2010 yaitu ‘Wonderful Indonesia[5]. Sebelumnya dikenal dengan “Ultimate in Diversity” sejak tahun 2004. Selain itu, tagline pada beberapa daerah di Indonesia pun mulai bermunculan seperti Bandung Paris Van Java”, “Enjoy Jakarta”, “Jogja Never Ending Asia” , “Bali Santhi-Santhi-Santhi” , Solo dengan “Spirit of Java”, Pekalongan “Worlds City of Batik”, Makassar “Great Expectation”, Surabaya “Sparkling Surabaya, Padang your motherland” serta masih banyak lagi tagline wisata daerah di Indonesia yang kebanyakan berbahasa Inggris [1]. Namun, tagline yang ada hanyalah sekedar tagline tanpa memberikan arti yang lebih baik dari segi wisata dan unsur geografis dan fisiknya [4]. Oleh sebab itu perlu adanya sebuah tagline yang bisa memberikan perubahan fisik maupun non fisik ke arah yang lebih baik ke depannya.
            Lalu, bagaimana seharusnya kita memiliki tagline yang bisa memberikan pengaruh yang lebih baik di mata ASEAN dan dunia?
            Tagline yang seharusnya dimiliki Indonesia harus mencerminkan kekayaan yang dimiliki baik dari segi fisik maupun nonfisiknya. Tagline yang coba penulis tawarkan yaitu “Heavenly Asia.” Ada beberapa alasan kenapa Heavenly Asia. Yang pertama kali teringat yaitu bahwa Indonesia ini memiliki nilai ke-Tuhan-an yang tinggi yang tertuang dalam ajaran agama yang ada di Indonesia. Dengan semakin tingginya nilai ke-Tuhan-an maka heaven pun akan diraih. Hal ini berdasarkan ajaran dari seluruh agama yang ada. Selain itu historis dari adanya nilai ke-Tuhan-an adalah terlahirnya Indonesi sebagai Negara yang merdeka sejak tahun 1945.
            Ada lagi yang seharusnya menjadi perhatian dari adanya heaven di Indonesia. Jika dibandingkan dengan beberapa Negara yang tergabung dalam ASEAN, bisa dikatakan hanya Indonesialah yang memiliki keragaman budaya dengan keragamaman wisata yang menakjubkan baik dari sisi flora, fauna, perbukitan, pegunungan, laut, ngarai, serta bangunan bersejarah. Hal inilah yang menawarkan sebuah heaven (surga) yang indah. Bukankah di surga itu sangat indah?
            Selain itu juga heaven ini diartikan sebagai masyarakat Indonesia yang memiliki nilai keramahan dan rasa persaudaraan yang tinggi. Bukankah hal tersebut tercermin untuk meraih nikmat surga.
            Oleh sebab itu maka sebuah branding nation yang pantas digelontorkan di Indonesia dimata ASEAN adalah “Heavenly Asia.” Semoga sebuah tagline ini bisa mengundang wisatawan untuk hadir di Indonesia, terlebih lagi bisa merubah kehidupan Indonesia yang lebih baik dari sisi pembangunan fisik maupun non fisiknya.






Referensi :